Hal Primitif vs Barang Elektronik
Seperti yang kamu sudah tau, perkembangan peralatan elektronik itu sungguh pesat sekali. Tahun ini mungkin kamu baru aja beli sebuah handphone canggih yang bisa ngirimin SMS buat kamu. Eh tau-tau setahun kemudian udah keluar sebuah handphone canggih yang gak hanya bisa ngirim SMS buat kamu, tapi juga bisa bikinin kopi! Ya ampun! Manusia memang sulit untuk bersaing dan mengikuti perkembangan elektronik dan teknologi.
Apalagi kalo urusannya dengan menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan peralatan elektronik. Peralatan elektronik boleh berkembang dengan sangat pesat, tapi urusan soal menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hal tersebut, kayaknya sih kebanyakan manusia masih mentok sama hal-hal primitif. Seperti misalnya:
1. Digebuk-gebuk
Menggebuk-gebuk sebuah alat elektronik selalu diyakini dapat menyelesaikan masalah peralatan elektronik, mulai dari TV tabung sampe ke mesin ATM. Sepertinya itu adalah salah satu reflek pertama manusia ketika sebuah alat elektronik terlihat bermasalah. Gebuk aja. Kalo pun itu gak menyelesaikan masalah, paling gak emosi kamu tersalurkan sih.
Tingkat Keberhasilan: 20% lah. Kalo TV tabung sih biasanya masih sering berhasil. Tapi kalo peralatan elektronik lainnya biasanya sih gak ada efeknya sama sekali.
2. Ditiup
Ini adalah sebuah solusi primitif yang sepertinya sih dimulai dari era cartridge ya. Kamu yang dulu main Nintendo, Sega, ataupun Super Nintendo masih pernah melakukan solusi ini. Game gak nyala? Ya tiup aja secara rata dari kiri ke kanan. Gak tau karena sugesti atau apa, tapi di jaman Nintendo dulu sih kayaknya ini sering berhasil ya. Di jaman sekarang, cara tiup-tiupan ini masih sering dipake untuk menyelesaikan masalah elektronik yang hubungannya dengan colokan, seperti misalnya alat-alat yang melibatkan kabel USB.
Tingkat Keberhasilan: Di jaman Nintendo sekitar 60%. Di jaman sekarang…1 % kayaknya.
3. Cabut-Colok / Kencengin
Ini adalah salah satu metode yang paling sering digunakan untuk urusan komputer. Komputer gak mau nyala? Cabut colok atau kencengin kabel-kabelnya. USB gak kebaca? Cabut colok atau kencengin USBnya. Windows gak mau nge-boot? Kenceng-kencengin kabel harddisknya. Sepertinya ini merupakan metode wajib dan setiap ahli/tukang komputer juga wajib menanyakan hal ini ke setiap orang yang bertanya padanya tentang masalah komputer yang rusak.
Tingkat Keberhasilan: Ternyata cukup tinggi lho. Sepertinya ada banyak masalah komputer yang terjadi cuma karena sesuatu kurang kenceng atau hanya harus dicabut-colok.
4. Dibisikin
Ini adalah yang dilakukan banyak orang ketika alat elektroniknya rusak mendadak di saat yang sedang genting. Biasanya orang-orang ini kemudian menjadi sangat depresi dan memohon pada si alat agar jadi betul seketika. Bocoran: cara ini gak mungkin berhasil dan membuat kamu terlihat bodoh.
Tingkat Keberhasilan: 0%. Kalo pun tiba-tiba itu berhasil, itu cuma kebetulan.
Nah demikianlah. Apakah kamu sering melakukan 4 hal di atas? Atau jangan-jangan kamu sering melakukan metode primitif lain terhadap alat elektronik kamu? Silakan dishare di comments aja.
Terimakasih.
Popular Posts
-
Jakarta 31 Desember 2014, hari terakhir ditahun ini, emm.. mau cerita apa yah tentang tahun ini? jujur aja tahun ini memang tidak begitu ...
-
Kris adalah seorang siswa SMP dikota Palu. ia kerap mendapatkan mimpi-mimpi yang aneh seperti nyata tentang sorang anak gadis yang berula...
-
Gak pernah pede sebetulnya kalo udah bahas yang namanya komputerisasi dan sebangsanya, soalnya ga terlalu ngerti juga, kan malu sama suhu-s...
-
Tulisannya edisi Ramadhan gaess, cuma mau ngingetin kamu semuanya dari hal-hal sederhana dibawah ini bisa bikin puasa kamu batal. Dari ti...
-
Eitss.. ini bukan mau posting tentang lagu barunya Sheila On 7 lho.. ini cuma bercerita tentang aku yang harus ber-Lapang Dada lagi.. u...
-
Sekarang kan udah 2015 sebentar lagi malah udah mau 2016 aja, masih banyak gak sih orang yang pengen keliatan galau? Jangan dong ah, mas...
-
Akhirnya bisa nulis lagi.. Ada perangkat baru yang menemaniku melanjutkan hidup, ada sarana baru sekedar berkeluh kesah tentang hidup, ada...










Tidak ada komentar:
Posting Komentar